You are here Home

Penyaluran Zakat Baitul Mal Sah Sesuai Peraturan

E-mail Print PDF

SINGKIL (Waspada) : Penyaluran zakat  yang bersumber dari gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS)  kepada yang berhak menerima melalui  Badan Baitul Mal Kabupaten Aceh Singkil sah  dan tidak bertentangan dengan Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2007. “  Kendati Kepala Baitul Mal terpilih belum dilantik ,  pejabat yang lama  tetap memiliki kewenangan untuk bekerja sesuai yang dimilikinya. “   Kata Bupati Aceh Singkil melalui Kepala Bagian Hukum dan Ham Setdakab Aceh Singkil Ahmad Rivai yang dikonfirmasi Waspada melalui Ponselnya Jum’at (21/12).
Menurutnya sesuai dengan SK Bupati Aceh Singkil Nomor : 2/5/2010 , tanggal 31 Agustus 2010 tentang perpanjangan masa kepengurusan Badan Baitul Mal Kabupaten Aceh Singkil dan SK Bupati Aceh Singkil Nomor : 160 Tahun 2011 tanggal 13 Mei 2011 tentang penunjukan pejabat sementara kepala Baitul Mal Kabupaten Aceh Singkil Badan Baitul Mal tetap bekerja sesuai dengan kewenangan yang ada padanya dan tidak menyalahi aturan apalagi ilegal . “ apa yang telah dilakukan oleh Baitul Mal sah dan tidak ilegal  “ Tambah Ahmad Rivai
Menanggapai himbauan  Ketua Tim Independen Hasnan Manik  agar PNS dikabupaten Aceh Singkil menghentikan pembayaran zakat melalui Baitul Mal sebagai mana dilansir media ini sebelumnya  , Kepala Bidang pengumpulan zakat Sofyan Sory sangat menyayangkan hal itu , sebab menurutnya tidak ada kaitannya keterlambatan pelantikan kepala Baitul Mal terpilih dengan pembayaran zakat  PNS di Aceh Singkil yang dikelola secara sah oleh Baitul Mal .
Sementara itu Pjs .Kepala Baitul Mal Kabupaten Aceh Singkil M.yakub KS. melalui  Sekretaris  Baitul Mal Sahrun Azhar yang ditemui diruang kerjanya mengatakan bahwa saat ini Baitul Mal sudah mengumpulkan zakat PNS Aceh Singkil yang dititipkan pada Bank Syariah Mandiri (BSM) sebesar Rp. 2,6 Milyar
Dana tersebut sudah disalurkan sebesar Rp. 372.100.000 meliputi asnaf fakir dan miskin untuk bantuan konsumtif sebesar Rp. 167.750.000, bantuan rehap rumah sebesar Rp. 118.250.000, asnaf amil sebesar Rp. 10.000.000,- , asnaf muallaf Rp. 28.000.000,- dan asnaf gharimin Rp. 10.000.000,-
Dan sisa nya sebesar Rp. 2, 3 Milyar masih berada di Bank Syariah Mandiri jumlah tersebut merupakan hasil sisa pengumpulan zakat tahun 2010 dan 2011 serta pemasukan zakat tahun 2012  . “ jadi semuanya transfaran dan tidak ada yang disalah gunakan “ kata Sahrun . (cdin)

Joomlart