You are here Home

Pemerintah Jangan Ragu Terapkan Perpres 99 Tahun 2012

E-mail Print PDF

JAKARTA - Beberapa waktu yang lalu terpidana korupsi, Gayus Tambunan dan M. Nazzarudin mendapatkan remisi atau pengurangan masa tahanan di LP Sukamiskin, Bandung Jawa Barat. Diperkirakan pada hari kemerdekaan 17 Agustus mereka akan mendapatkan hal yang serupa.

Menanggapi hal tersebut, Peneliti Indonesian Corruption Watch (ICW), Tama S. Langkun menuturkan seharusnya pemerintah cukup menerapkan Perpres No. 99 tahun 2013.

"Soal Perpres No. 99 tahun 2012, pakai itu saja, ini kan yang jadi problem menteri mengeluarkan surat edaran, ini kenapa keraguan padahal ini sudah pasti. Menurut saya agak kontraproduksi surat edaran itu, justru bertentangan pada semangat PP tahun 2012, jadi Kepres tersebut tidak searah," ujar Tama kepada wartawan di kantor ICW, Jakarta Selatan, Minggu (11/8/2013).

Tama menambahkan, bila pemerintah tetap memakai surat edaran tersebut tidak akan sama sekali menimbulkan efek jera. "Koruptor rata-rata dihukum satu, dua, dan lima tahun. Di anggap efek jera omong kosong," tegasnya. Ditambahkannya selama tiga tahun, pihaknya mencatat hanya lima orang terpidana korupsi yang dijerat hukum pidana di atas sepuluh tahun.

"Selama tiga tahun terakhir berdasarkan data Di MA, Kejaksaan dan lembaga lain yang kita kumpulkan, yang di hukum di atas sepuluh tahun cuma lima orang. Jadi hukuman ringan, kerugian negara sebesar Rp6,4 triliun, total 756 terpidana, gimana efek jeranya," tandasnya. (ydh)

Sumber : http://news.okezone.com/read/2013/08/11/339/848737/pemerintah-jangan-ragu-terapkan-perpres-no-99-tahun-2012

Joomlart