Pelaku Usaha di Aceh Singkil Paparkan Konsep Pengembangan Ekonomi Bahari

Pemerintahan

Minggu, 21 Juli 2019

SINGKIL - Asril B dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Mandiri Desa Pulau Baguk, Kecamatan Pulau Banyak, dan Zainuddin Lubis pengusaha budidaya lele mutiara Maju Jaya Parm dari Desa Lae Butar, Gunung Meriah, Aceh Singkil, dipercaya menjadi pemateri dalam workshop penyusunan rencana aksi nasional pengembangan ekonomi bahari, di Banda Aceh.

Kepala Bappeda Aceh Singkil, Ahmad Rivai, Sabtu (20/7/2019) mengatakan, Asril B dari BUMDes Karya Mandiri didampingi Kepala Desa Pulau Baguk, Hardi diminta memaparkan perkembangan BUMDes yang mengelola objek wisata Pulau Panjang.

Sedangkan Zainuddin Lubis diminta menjelaskan pengalamannya mengelola budidaya lele mutiara yang produksinya kini sudah mencapai dua ton sekali panen.


Menurut Kepala Bappeda, kegiatan ini merupakan pelaksanaan pengumpulan data dan masukan kebutuhan rencana aksi nasional dalam pengembangan ekonomi bahari, khususnya Aceh Singkil.

Kegiatan yang difasilitasi Bappeda Aceh tersebut, juga menghadirkan pemateri dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Turut dihadiri perwakilan DPRK Aceh Singkil, yaitu Ir Azmi dan Ahmad Yani.

Hadir juga Kadis kesehatan, Kadis DPMK Aceh Singkil, serta perwakilan Dinas Perikanan Aceh Singkil.

Harapannya, program yang telah berjalan di Kabupaten Aceh Singkil ini terus mendapat perhatian serius. Agar status daerah tertinggal yang disandang Aceh Singkil dapat segera teratasi.

 

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Pelaku Usaha di Aceh Singkil Paparkan Konsep Pengembangan Ekonomi Bahari, https://aceh.tribunnews.com/2019/07/20/pelaku-usaha-di-aceh-singkil-paparkan-konsep-pengembangan-ekonomi-bahari.