Dua Tahun Jadi Bupati, Dulmusrid Lepas Aceh Singkil dari Status Daerah Tertinggal

Pemerintahan

Rabu, 31 Juli 2019

DIKUTIF DARI SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Dua tahun sepuluh hari, Dulmusrid menjadi Bupati Aceh Singkil, berhasil melepas Kabupaten itu dari status daerah tertinggal satu-satunya di Provinsi Aceh, terhitung, Rabu (31/7/2019).


Hal itu berdasarkan Keputusan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 79 Tahun 2019 Tentang Penetapan Kabupaten Daerah Tertinggal yang Terentaskan Tahun 2015-2019.

Dalam Kepmen tersebut ada 62 kabupaten tertinggal di seluruh Indonesia yang terentaskan, termasuk Kabupaten Aceh Singkil.

Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid, mengatakan, daerahnya keluar dari status tertinggal, merupakan hasil kerja keras semua pihak.

"Tapi jangan senang dan lalai, justru menjadi pelecut semangat bekerja membangun daerah," kata Dulmusrid yang sedang berada di Jakarta saat menghubungi Serabinews.com, melalui telpon seluler malam ini.

Pada bagian lain Bupati, meminta Pemerintah Pusat serta Aceh terus menggelontorkan anggaran dalam memacu pembangunan di daerahnya. Mengingat masih banyak yang harus dibenahi agar bisa sejajar dengan kabupaten/kota lain yang telah maju. 

Sebutnya dalam tiga tahun setelah keluar dari stutus daerah tertinggal, tetap dalam pengawasan Pemerintah Pusat.

Ia berharap dalam kurun waktu itu, semua programnya bisa selesai. "Dalam tiga tahun ini, kami berharap pusat dan provinsi mendukung penuh penuntasan semua program yang kita ajukan," ujar Dulmusrid.

Bupati dan Wakil Bupati Aceh Singkil Dulmusrid-Sazali, dilantik, Jumat (21/7/2017). Saat kampanye mereka menyatakan akan melepaskan Aceh Singkil dari status daerah tertinggal.

Status daerah tertinggal Aceh Singkil ditetapkan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 131 Tahun 2015 Tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2015-2019, yang ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada 4 November 2015.(*)

SUMBER: https://aceh.tribunnews.com/2019/07/31/dua-tahun-jadi-bupati-dulmusrid-lepas-aceh-singkil-dari-status-daerah-tertinggal