You are here Potensi Industri

Perindustrian

E-mail Print PDF

Dalam Kebijakan Pembangunan Industri Nasional alas kaki termasuk dalam 10 kelompok prioritas industri yang akan dikembangkan 2005-2009, disamping industri tekstil dan produk tekstil (TPT), makanan dan minuman, pengolahan hasil laut, pengolahan kelapa sawit (CPO), barang kayu, karet, pulp dan kertas, petrokimia, serta mesin listrik dan peralatan listrik.

Untuk itu Kabupaten Aceh Singkil mengoptimalkan upaya untuk memberdayakan industri sepatu di dalam daerahnya dan menciptakan iklim yang lebih mendukung guna memperkuat industri sepatu yang menjadi salah satu prioritas pengembangan industri jangka menengah. Dan langkah ini tepat karena kebijakan Pembangunan Industri Nasional sudah mendapat persetujuan dari Presiden dalam Sidang Kabinet pada pertengahan Mei lalu, maka departemen dan instansi terkait bersedia mendukung 32 industri prioritas melalui kebijakan yang kondusif dan mendukung pengembangan berbagai industri tersebut, termasuk diantaranya sepatu (alas kaki).

Di Kabupaten Aceh Singkil telah dikembangkan industri sepatu rumahan yang menggunakan merek dagang “Mendena”. Industri ini dikembangkan atas kerjasama masyarakat dengan Pemerintah Daerah setempat dalam hal ini Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan menengah. Hal ini dilaksanakan dengan mendatangkan seorang ahli pembuat sepatu untuk memberikan pelatihan kepada beberapa orang pengrajin sepatu yang berada di Kabupaten Aceh Singkil, dimana hasil pelatihan tersebut dapat digunakan untuk secara mandiri mengembangkan industri sepatu tersebut. Hingga saat ini industri sepatu tersebut mendapat respon baik dari masyarakat Kabupaten Aceh Singkil ditunjukkan dengan kualiltas bahan yang baik dan dari segi harga, sepatu Mendena ini terbilang sangat kompetitif, dengan kata lain sepatu Mendena dapat bersaing dengan merek – merek lain yang telah lama beredar dipasaran.  Untuk saat ini sepatu Mendena telah dicoba untuk dipasarkan keluar daerah Kabupaten Aceh Singkil dan diharapkan dapat merebut pasar, sehingga peningkatan taraf hidup masyarakat Aceh Singkil khususnya

Selain itu industri yang telah lama dikembangkan di Kabupaten Aceh Singkil adalah industri perkebunan kelapa sawit yang merupakan salah satu industri andalan Kabupaten Aceh Singkil sampai saat ini.
Dari 11 kecamatan yang berada di Kabupaten Aceh Singkil, 10 Kecamatan telah berhasil  mengembangkan penanaman kelapa sawit yang sampai saat ini masih berlangsung dan telah menghasilkan tandan buah segar yang merupakan bahan dasar dari beberapa produk olahan dari produk makanan hingga kosmetik. Jumlah lahan yang tersedia di Kabupaten Aceh singkil  cukup luas untuk dijadikan lahan penanaman kelapa sawit dan berikut adalah daftar luas lahan dan hasil produksi dari tanaman kelapa sawit didata per Kecamatan yang ada di wilayah kabupaten Aceh Singkil dan disusun berdasarkan survey Badan Pusat Statistik Kabupaten Aceh Singkil tahun 2009 :

No Kecamatan Luas Lahan Produksi
1 Pulau Banyak - -
2 Singkil 452    Ha 1.210   ton
3 Singkil Utara 841    Ha 7.539   ton
4 Kuala Baru 37      Ha -
5 Simpang Kanan 3.033 Ha 45.049 ton
6 Gunung Meriah 4.146 Ha 62.233 ton
7 Danau Paris 1.816 Ha 23.446 ton
8 Suro Makmur 2.448 Ha 45.840 ton
9 Singkohor 2.058 Ha 31.346 ton
10 Kota Baharu 2.487 Ha 35.434 ton

Industri

Sektor industri merupakan salah satu penopang kegiatan ekonomi masyarakat Aceh Singkil. Sebanyak 191 unit industri makanan tersebar hampir di seluruh Aceh Singkil (kecuali kecamatan Pulau Banyak) yang menyerap 349 orang tenaga kerja, dan 152 unit industri kayu yang menyerap 346 tenaga kerja pada tahun 2011.

Listrik

Sebagai sumber penerangan dan energi lain, baik di sektor rumah tangga maupun industri, listrik memegang peranan yang sangat vital. Kebutuhan tenaga listrik di dalam wilayah Kabupaten Aceh Singkil dipasok oleh 6 (lima) PLTD yang dioperasikan pada 2 (dua) kantor ranting. Jumlah dan lokasi masing-masing PLTD yaitu Ranting Singkil terdiri dari : PLTD Pulau Balai, PLTD Singkil, , PLTD Singkil Utara, PLTD Kuala Baru dan PLTD Haloban serta Ranting Rimo dengan PLTD Rimo. Daya yang terpasang dari keseluruhan PLTD adalah sebesar 17.503 KW. Pada tahun 2011, jumlah produksi listrik yang dibangkitkan naik bila dibandingkan 4 tahun sebelumnya yaitu sebesar 48.394.772 KWh. Peningkatan produksi listrik yang dibangkitkan cukup signifikan terjadi sejak tahun 2009 sampai 2011. Jumlah pelanggan listrik dalam wilatah kerja PLN di Kabupaten Aceh Singkil adalah 20.954 pelanggan. Kecamatan Gunung Meriah memiliki jumlah pelanggan yang paling besar yaitu sebanyak 6.790 pelanggan. Sedangkan Kecamatan Pulau Banyak Barat memiliki jumlah pelanggan yang paling sedikit, jumlahnya hanya mencapai 313 pelanggan. c. Air Minum

Banyaknya pelanggan air minum menurut jenisnya pada tahun 2011 adalah sosial sebanyak 35 pelanggan, non niaga sebanyak 2.467 pelanggan, niaga sebanyak 43 pelanggan, dan industri sebanyak 84 pelanggan.

Joomlart